Selamat Datang di PanimbangOnline Media Informasi dan Saling Berbagi

Thursday, February 4, 2016

HANYA ADA DI INDONESIA, KONYOL TAPI LUCU


Indonesia memang terkenal dengan berbagai macam budaya dan  suku bangsa tapi yang paling unik dan bisa juga dikatakan aneh adalah adanya berbagai macam perlombaan yang bisa dibilang tidak wajar dan itu sudah menjadi tradisi turun temurun yang tentunya tidak akan ditemukan di negara lain, perlombaan itu seperti: Lomba makan kerupuk, lomba balap karung, panjat pinang, lomba balap bakyak, lomba joget 2 orang sambil menmpelkan jeruk dijidatnya, lomba ambil duit disemangka yang dikasih oli, dan yang lebih lucu adalah memasukan paku kedalam botol tapi pakunya diikatkan ke pinggang peserta. dan masih banyak lagi lomba lomba konyol yang lainnya.




Tradisi unik ini biasaya dilakukan ketika perayaan kemerdekaan Republik Indonesia yang jatuh setiap tanggal 17 agustus, rassanya agak aneh koq perayaan hari kemerdekaan malah diisi dengan kegiatan konyol seperti itu :) tapi namanya juga sudah menjadi tradisi, apa boleh buat!




Tertawa termehek mehek, yah itulah yang kita alami jika melihat lomba lomba seperti itu dikampung kita. kata sebuah lagu "Indonesia negriku.. orangnya lucu lucu.." memang benar juga rupanya orang indonesia itu lucu lucu dan suka yang lucu lucu.



Wednesday, February 3, 2016

CIPENYU DAN BATU HIDEUNG, PANTAI PERAWAN DI BARAT TANJUNG LESUNG


Cipenyu, yah itulah namanya.. sebuah Kampung yang terletak di Desa Tanjungjaya Kecamatan Panimbang Kabupaten Pandeglang. letaknya bersebelahan dengan Kawasan wisata Tanjung Lesung persisnya disebelah barat. Belum banyak orang yang mengetahui tempat ini namun tempat ini ternyata menyimpan potensi wisata pantai yang tak kalah hebatnya dengan Tanjung Lesung.

Rute yang diambil bila anda ingin berkunjung ke pantai ini adalah: Jakarta - Serang - Pandeglang - Tarogong - Panimbang - Tanjung Lesung - Cipenyu. akses jalan dari Jakarta - Tajung Lesung sudah bagus dan dibeton, sayangnya akses jalan dari Tanjung Lesung menuju tempat ini masih dalam perbaikan tapi sudah mulai dibeton untuk beberapa ruas jalan. perjalanan yang melelahkan akan terbayar lunas dengan panorama yang indah ditempat ini, apalagi jika anda yang hobi berpetualan dengan xtrail ataupun motor cross temapt ini bisa anda coba untuk touring.





Setelah di Cipenyu, jalan lurus sekitar 5 kilometer anda akan datang di Kampung Batu Hideung. satu lagi sebuah tempat yang masih alami dan belum terjajah oleh Investor :). ditempat ini gak beda jauh dengan di cipenyu ini anda bisa berenang dilaut diantara batu batu, sebuah kesegaran yang tidak akan anda dapatkan ditempat lain. air yang jernih dan view yang indah akan memanjakan anda.




Namanya juga kawanan wisata yang masih perawan, segala fasilitas belum ada disinih yang ada hanya wisata pantai yang masih otentik. tanpa hotel, tanpa rumah makan, tanpa pedagang, jadi anda juga harus siapkan segalanya jka mau berkunjung kesinih seperti makanan dan minuman, Tapi tepat di Legon Penyu ada sebuah Villa yang patut anda coba jika anda ingin menginap disinih.





Oh iya gan, dicipenyu ada nelayan tradisional yang masih menggunakan tombak untuk menangkap ikan dan hasill ikan nya bisa langsung dibakar disinih. wow... walaupun sederhana tapi nikmatnya terasa banget menyantap yang masih segar, apalagi langsung diambil dari laut mantap banget pokoknya.





Saturday, January 30, 2016

Permen KP No.02 Tahun 2015, Sebuah Dilema Bagi Nelayan

Perahu Nelayan Panimbang yang tenggelam diterjang ombak

Menjadi seorang nelayan itu memang berat resikonya disamping harus berjuang dengan ombak dan badai dilautan, akhir akhir ini juga harus berurusan dengan penegak hukum apabila alat tangkap nelayan tersebut dilarang menurut Peraturan Mentri Kelautan dan Perikanan Nomor ; 02 Tahun 2015, dan alat itu pun tidak menjamin hasil tangkapan nelayan jadi banyak. belum lagi masalah utang piutang dengan tengkulak, biaya perbekalan yang tinggi, rentenir, dan masalah masalah lainnya yang selalu menunggu nelayan ketika baru pulang dari laut.

Mentri KKP Susi Pudjiastuti


Tanggal 8 Januari 2015 Menteri Fenomenal Susi Pudjiastuti Menteri Kelautan dan Perikanan Menerbitkan Peraturan Menteri No 2 Tahun 2015 yang Isinya " LARANGAN PENGGUNAAN ALAT PENANGKAPAN IKAN PUKAT HELA (TRAWLS) DAN PUKAT TARIK (SEINE NETS) DI WILAYAH PENGELOLAAN PERIKANAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA ( WPP - NRI ) " Peraturan ini muncul sebagai salah satu gebrakan Menteri susi dalam menakhodai KKP sebagai lembaga pemerintan yang konsen dalam bidang kelautan dan perikanan, dengan munculnya Permen tersebut berdampak banyaknya pro dan kontra terkait Permen tersebut, Demo penolakan terjadi dimana - mana , berbagai lapisan masyarakat membentuk aliansi mengatasnamakan nelayan dan semua berbondong - bondong menggelar aksi, 

Bentuk protes bukan cuman ke Mentri susi saja, bahkan ketika Presiden Joko widodo Blusukan Ke Kampung Nelayan di TPI Panimbang Pandeglang Bantren Pada Tanggal 23 Februari 2015, banyak nelayan yang protes langsung ke Presiden terkait pelarangan beberapa alat tangkap tersebut yang dirasa sangat merugikan nelayan.

Presiden Joko Widodo ketika blusukan ke TPI Panimbang

Nelayan Protes ke Presiden Joko Widodo Terkait Permen KP No.02 Tahun 2015



sebenarnya aturan Mengenai Pelarangan Pukat Hela dan sebagainya bukanlah aturan baru yang serta merta dikeluarkan oleh Menteri susi, Aturan tersebut keluar sebagai Amanah dari UU No 31 Tahun 2004 Tentang Perikanan junto  UU No 45 Tahun 2009 Tentang Perubahan UU No 31 Tahun 2004 Tentang Perikanan dimana dalam Pasal 9 Ayat (1) UU tersebut disebutkan: “Setiap orang dilarang memiliki, menguasai, membawa, dan/atau menggunakan alat penangkapan dan/atau alat bantu penangkapan ikan yang mengganggu dan merusak keberlanjutan sumber daya ikan di kapal penangkap ikan di wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia“. Pukat Hela (Trawls ) dan Pukat Tarik ( Seine Nets ) adalah salah satu dari Alat tangkap yang sesuai sifatnya dikategorikan sebagai alat tangkap yang merusak lingkungan.

Pro dan kontra

Terkait Permen tersebut memang tidak semua nelayan menolak, karena banyak juga nelayan yang merasa diuntungkan dengan adanya Permen tersebut, karena bagi daerah yang masyarakat nya sebagian besar berprofesi sebagai nelayan tentu banyak sekali perahu dan alat tangkap yang digunakan diwilayah tersebut, baik yang tidak dilarang maupun yang dilarang sehingga kadang terjadi gesekan antar nelayan yang sebenarnya merugikan nelayan itu sendiri. disamping itu banyak juga nelayan dan masayarakat pesisir yang menggantungkan hidupnya kepada beberapa alat tangkap yang dilarang tersebut. bahkan  menurut nelayan pemerintah hanya bisa melarang dan mengeluarkan  peratuaran tanpa memberi solusi ataupun penggantian alat tangkapnya. karena sampai saat ini pemerintah maupun kementrian kelautan dan perikanan belum bisa menciptakan alat tangkap yang sesuai dengan program pemerintah, karena selama ini alat alat tangkap tersebut diciptakan oleh nelayan sendiri.


Friday, January 29, 2016

Sehari Bersama Coklat Kita



Komunitas Masyarakat Nelayan Kecamatan Panimbang Kabupaten Pandeglang bekerjasama dengan PT. Djarum menggelar acara yang bersipat sosial kemasyarakatan dengan tema "Sehari Bersama Coklat Kita" sebuah konsep acara yang ingin mengangkat kembali semangat kebersamaan dan gotong royong sebagai ciri khas bangsa indonesia, disamping itu acara ini juga sebagai bentuk silahturahmi antar nelayan dan bisa dibilang sebuah bentuk tanggung jawab sosial sebuah perusahaan yang ingin dekat dengan masyarakat, karena selain sebuah event besar, kegiatan juga mencakup Renovasi Mushola, pembangunan gardu, penerangan jalan, dan pemasangan gapura.

30 hari sebelum acara, masyarakat bergotong royong untuk membangun sejumlah fasilitas fasilitas yang disebut diatas, sebuah momentun yang harus dipertahankan ketika semangat dan nilai nilai kebersamaan sudah mulai pudar dalam kehidupan bermasyarakat akhir akhir ini, tak lupa setiap malam harinya kita bacakan yaitu makan bersama sama cuman diatas daun untuk menambah keakraban.

 lomba makan kerang
 lomba balap karung
 lomba merakit jaring (jureh)
lomba balap bakyak.



Hari Kamis tepatnya tanggal 10 september 2015 puncak acara pun digelar bertempat di Lapangan Kecamatan Panimbang Kaupaten Pandeglang Provinsi Banten. acara yang menghadirkan artis Melly Mono ini dihadiri juga oleh Kepala Desa Panimbangjaya, Ketua BPD Panimbangjaya, Camat Panimbang, Kapolsek Panimbang, Koramil Panimbang, Para Tokoh Masyarakat, Pemukam Agama dan ribuan masayarakat Desa Panimbangjaya. acara dan lomba lomba rakyat pun digelar seperti: Pawai Becak Hias, Lomba Makan Kerang, Lomba Merakit Jaring (Jureh), Lomba Balap Karung, Lomba Bakyak, Panjat Pinang Dll. untuk lomba makan kerang dijamin lomba ini adalah satu satunya di Indonesia :) karena Panimbang adalah salah satu penghasil kerang di Provinsi Banten. diakhir acara yang ditunggu tunggu adalah perform dari artis Melly Mono yang berhasil menghibur warga, dengan dukungan penuh dari masyarakat dan intansi pemerintah acara ini berlangsung dengan sukses. 

Sang ketua pelaksana Bapak Asep MS pengen difoto juga

 becak hias
Pemotongan Pita peresmian gapura

artis dan pejabat blusukan ke masyarakat Kampung nelayan



Jarang jarang nih Becak di Hias

dinaikin artis pula


 Direktur Walleso Bapak Tasim Abu Farid Menyerahkan Miniatur Perahu

Pak Camat, Pak Lurah, Pak Kapolsek dan Pak Koramil juga gak mau ketinggalan foto bareng   Melly Mono  , mumpung lagi ada di Panimbang :)



perfrom Melly Mono




wajah wajah panitia yg kelelahan :)



Panitia Walleso, EO,  dan Pihak PT. Djarum


photo by: Azis Azhari & Satya algifari 

Populer Bulan Ini