Selamat Datang di PanimbangOnline Media Informasi dan Saling Berbagi
Showing posts with label Perikanan. Show all posts
Showing posts with label Perikanan. Show all posts

Tuesday, April 12, 2016

Panen Raya Kerapu

 Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT), Marwan Jafar mengunjungi panen raya ikan kerapu di Kampung Cipanon Desa Tanjung Jaya Kecamatan Panimbang Kabupaten Pandeglang, Selasa (12/4).

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT), Marwan Jafar mengunjungi panen raya ikan kerapu di Kampung Cipanon Desa Tanjung Jaya Kecamatan Panimbang Kabupaten Pandeglang, Selasa (12/4). Panen raya tersebut adalah hasil dari bantuan stimulan Kemendesa PDTT, yang berusaha melepaskan Pandeglang dari daerah tertinggal.

“Dari 122 daerah tertinggal di Indonesia, Pandeglang adalah salah satunya. Bantuan stimulan yang kita berikan ini, adalah bentuk komitmen kita untuk meningkatkan ekonomi di pedesaan. Agar tidak ada lagi daerah yang tertinggal,” ujarnya.

Singgih Wiranto, Dirjen Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) memaparkan, bantuan yang diberikan Kemendesa PDTT di Tahun 2015 sebesar Rp 33 Miliar. Bantuan tersebut meliputi stimulan sarana pengembangan komoditas kelautan dan perikanan berupa keramba jaring apung, stimulan pengembangan usaha budidaya perikanan, memberikan dukungan berupa bantuan benih dan pakan ikan kerapu, bantuan sarana pengembangan usaha perdagangan, dan pengadaan alat angkut hasil produksi perkebunan,

“Bantuan ini bentuknya stimulan, untuk dapat meningkatkan ekonomi lokal di Pandeglang. Terutama budidaya ikan kerapu,” ujarnya.

Untuk menjaga keberlangsungan budidaya ikan kerapu tersebut menurutnya, Kemendesa PDTT akan memfasilitasi kemitraan petani yang diwadahi oleh Keramba Jaring Apung (KJA) Pandeglang dengan pihak ke tiga. Hal ini bertujuan, agar hasil panen tersebut mendapatkan harga tinggi.

“Saat ini kita sedang melakukan langkah-langkah, untuk dapat memfasilitasi kemitraan dengan pihak ketiga, agar mendapatkan harga yang wajar dan terjamin kepastian ke depannya,” ujarnya.

Di sisi lain, Ketua Asosiasi Jaring Apung Pndeglang, Ade mengungkapkan, hasil panen ikan kerapu tersebut dapat dijual dengan harga Rp 130 ribu per kilogram. Panen dilakukan 5 bulan sekali, dengan ukuran ikan 6 – 8 sentimeter, dengan berat kurang lebih 500 gram per ekor. “Benih di dapat dari Situbondo sedangkan pakan berupa ikan rucah melimpah di desa ini,” ujarnya.

Ade mengakui, bantuan  Kemendesa PDTT dalam mendukung budidaya ikan kerapu di Pandeglang sangat mempengaruhi perkembangan ekonomi lokal. Meski demikian, masih diperlukannya laat transportasi berupa kapal maupun perahu dan dermaga apung, sebagai pendukung transaksi perdagangan. “Selain untuk transportasi, kita juga masih memerlukan rumah jaga,” ungkapnya.

Desa Tanjung Jaya merupakan salah satu desa penyangga KEK (Kawasan Ekonomi Khusus). Menurut Ade, desa tersebut akan dikembangkan menjadi desa wisata kuliner, dengan memanfaatkan berbagai pengolahan makanan terutama ikan kerapu.

“Sekarang sudah mulai banyak wisatawan yang datang. Olahan ikan kerapu bisa kita manfaatkan untuk menjadikan desa ini sebagai desa kuliner. Dan tidak hanya ikan kerapu, kita juga akan membudidayakan lobster,” ujarnya.
Sumber: Republika

Thursday, March 24, 2016

Bagan Nelayan Terdampar

Bagan Nelayan Terdampar - Hari Rabu (23/03/2106) Cuaca buruk melanda selat sunda selama 24 jam ombak, hujan dan angin kencang melanda perairan selat sunda. akibat cuaca buruk itu mengakibatkan terdamparnya bagan (alat tangkap ikan) milik nelayan Desa Citeureup di pantai Sidamukti Kecamatan Sukaresmi.

Bagang yang terdampar

menurut beberapa saksi mata alat tangkap tersebut terbawa arus disertai angin kencang karena tali jangkarnya putus. beruntung bagang tersebut masih dalam kondisi bagus ketika terdampar, pada hari itu juga banyak nelayan yang terpaksa pergi ketengah laut walaupun cuaca sedang buruk untuk mengamankan alat tangkapnya masing masing.

Musim barat memang belum berakhir, dihimbau kepada para nelayan agar berhati hati ketika akan mencari ikan ditengah laut.

Friday, February 26, 2016

Alat Tangkap Ikan Bagan Apung

Alat Tangkap Ikan Bagan Apung - Bagan Apung adalah sejenis alat tangkap ikan terbuat dari bambu yang disusun sedemikan rupa agar bisa mengapung ditengah laut. dibentuk dengan rangkaian bambu berbentuk segi empat, pada bagian tengah bagan dipasang jaring/waring. pada dasarnya alat ini terdiri dari bambu, jaring yang berbetuk segi empat uang dikatkan pada bingkai yang terbuat dari bambu, pada keempat sisinya terdapat bambu bambu yang menyilang agar bagan itu bisa kokoh berdiri. ditengah tengah ada bangunan rumah sederhana berfungsi sebagi pelindung, menaruh lampu, dan melihat ikan.


Diatas bangunan juga terdapat Roller / pemutar yang berfungsi ubtuk menarik jaring keatas, jaring yang digunakan adalah jaring ukuran 0,4 cm dengan posisi terletak pada bagian bawah bangunan yang dikaitkan pada bingkai dari bambu berbentuk segi empat dan pada keempat sisi jaring diberi pemberat agar jaring bisa tenggelam kedasar laut.



Operasional alat tangkap ini pada malam hari dengan alat bantu berupa beberapa lampu yang digantung dibawah bangunan rumah bagan, setelah lampu dinyalakan nelayan tinggal menunggu ikan ikan berkumpul setelah dirasa ikan sudah banyak barulah jaring diangkat secara perlahan lahan agar ikan tidak mudah kabur. umumnya ikan yang banyak dicari oleh nelayan bagan adalah jenis ikan teri, karena harganya yang cukup mahal.

Ikan yang terkumpul akan dimasukan kedalam wadah rombong atau basket, dan dikasih batu es agar terjaga kesegarannya, menjelang pagi hari barulah ikan itu dibawa kedarat untuk dijual di Tempat Pelelangan Ikan.

Sunday, February 21, 2016

Manfaat Mengkonsumsi Kerang Hijau Bagi Kesehatan




Pada Umumnya kerang di kenal sebagai jenis binatang yang menghasilkan mutiara, Akan tetapi tidak kerang yang satu ini siapa lagi kalau bukan si kerang hijau. Kerang hijau kaya akan nutrisi yang bermanfaat bagi tubuh kita, jika cara pengolahan dan mengkonsumsinya dengan cara yang benar tentunya. Khasiat dari kerang hijau dapat kita manfaatkan sebagai pengobatan dll. simak berikut khasiat dari kerang hijau.

Berikut Adalah Manfaat Dari Kerang Hijau :
1. Meningkatkan Kesehatan Jantung

Kerang hijau kaya omega-3 yang sangat bermanfaat untuk menjaga kesehatan jantung dan menghindarkan tubuh dari penyakit kardiovaskuler, Dan sekaligus dapat melancarkan peredaran darah serta meningkatkan fungsi otak karena banyaknya zat besi dan beberapa mineral.

2. Meningkatkan Kesehatan Kulit

Kandungan asam lemak omega-3 dalam kerang hijau berfungsi untuk menjaga kesehatan kulit. Asam lemak omega-3 banyak ditemukan dalam seafood, salah satunya adalah kerang hijau. Asam Lemak tersebut sangat penting untuk membantu perawatan kulit menjadi awet muda, jauh dari jerawat, keriput, bintik-bintik hitam dan flek pada wajah. 

Ini tak lepas dari peran zat besi yang ada dalam kerang hijau membantu produksi sel darah merah yang sehat sehingga dapat mengikat oksigen lebih baik dapat menyebarkan ke kulit yang sehat.

3. Mengatasi Nyeri Sendi

Kerang hijau juga dapat mengatasi nyeri sendi. Selain itu, adanya kandungan vitamin B12 dan Vitamin C di dalamnya dapat meningkatkan sistem imun serta fungsi saraf.

4. Membantu Mengatasi Nyeri Arthritis

Kerang hijau juga mampu meredakan nyeri peradangan arthritis karena memiliki sifat menyembuhkan dan memiliki banyak vitamin seperti vitamin C dan B12, serta mineral seperti fosfor, kalsium, mangan dan seng.

5. Membantu Mengatasi Asma Dan Bronkitis

Kandungan asam amino, meminimalisir terjadinya gangguan pernapasan, Selain itu karbohidrat serta nutrisi yang lengkap dengan asam lemak omega-3, dan vitamin B12. Mempunyai peran menstabilkan kekebalan tubuh. 

Tips Mengolah Kerang Hijau
  • Pilihlah kerang hijau mentah dalam kondisi masih segar dan cangakangnya masih utuh.
  • Pastikan kerang hijau tidak terasa bau busuk, berlendir, dan berbau bahan kimia.
  • Pastikan Membeli kerang hijau dari supermarket atau lansung dari nelayan dan memastikan kerang tidak terkontaminasi dengan polusi atau zat kimia.
  • Bersihkanlah kerang dengan menggunakan air yang benar-benar bersih dan tidak ada kotoran yang menempel pada kulit kerang.
  • Dianjurkan untuk mengonsumsi kerang yang dimasak dengan cara di rebus. Jika Anda ingin mengolah kerang dengan cara tumis, goreng, atau panggang, pastikan untuk merebusnya terlebih dahulu, lalu diolah kembali.
  • Gunakanlah bumbu masak herbal yang beraroma tajam (misalnya jahe, lengkuas, daun jeruk, kemangi, dan ginseng) agar kerang hijau lebih sehat dan tidak berbau amis.
Demikanlah beberapa mamfaat dari mengkonsumsi kerang hijau, semoga info ini juga benar benar  mamfaat.

Ayo Mancing di Selat sunda


Siapa yang tidak tahu selat sunda, sebuah kawasan yang strategi di ujung barat pulau jawa, diselat sunda banyak potensi kelautan maupun tempat wisatanya mulai dari Gunung Krakatau, Anyer, Tanjung Lesung, Ujung Kulon dan lain lain.

Nah bagi anda yang punya hoby mancing, mancing diselat sunda apalagi darah banten nya tentunya jangan anda lewatkan dan patut dicoba, banyak sekali spot mancing disinih. mulai dari Panaitan, pulau Peucang, Sumur, Panimbang, Labuan dan Anyer. fasilitas perahunya pun banyak pilihannya mulai dari yang mewah, standar atau pun dengan menggunakan perahu nelayan, semuanya tergantung selera dan Budget.

Perahu Khusus Mancing di Panimbang

Disekitar Derah Labuan, Panimbang dan Sumur anda dengan mudah mencari perahu dan banyak juga perahu yang didesain khusus untuk mancing. kondisi jalan pun sudah sangat baik dari Jakarta sampai Sumur. dikawasan ini pula banyak dijumapi terumbu karang maupun rumpon rumpon yang dipasang oleh nelayan, ikan ikan seperti Baronang, Kakap Merah, Tengiri, mauikan gerong atau pun GT akan memanjakan adrenalin anda.


Saturday, February 13, 2016

Kelompok Duta Laut Kembangkan Kerupuk Kerang Hijau


Potensi Kekerangan terutama kerang hijau di Desa Panimbangjaya Kecamatan Panimbang Pandeglang Banten masih sangat besar dan hal ini tentunya harus bisa dimamfaatkan dengan baik oleh masyarakat sekitar. saat ini ada sekitar kurang lebih sepuluh unit bagan budidaya kerang hijau yang ada di wilayah ini baik itu swadaya, investor, ataupun dari program pemerintah.


Hasil panen Kerang hijau dari panimbang banten biasanya dikirim ke Kota serang dan Jakarta, sisanya yang sekitar 20 % dijual dipasar lokal di wilayah Kabupaten Pandeglang. hal ini dikarenakan masyarakat nelayan setempat belum bisa memamfaatkan potensi kerang hijau yang besar ini. atas dasar tesebut beberapa masyarakat yang tergabung dalam Kelompok Usaha Bersama (KUB) Duta Laut dan satu kelompok lainnya bermaksud memamfaatkan potensi kerang hijau melalui produk olahan dengan mengembangkan Kerupuk Kerang Hijau.

Untuk saat ini kerupuk kerang hiaju hanya dipasarkan diwilayah Panimbang dan sekitarnya karena masih kurangnya bahan baku, dan hal ini pun disiasati oleh kelompok duta laut dengan mendirikan 3 unit bagan budidaya kerang hijau secara swadaya agar kedepannya bahan baku bisa tetap kontinue dan juga dengan memamfaatkan alat alat pengolahan yang didapat dari Porgram Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Pandeglang.




Peluang Olahan Kerupuk Kerang Hijau


Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pandeglang Tata Nanjar Riyadi mengatakan, potensi kerang hijau di wilayah Pandeglang cukup besar. Sekarang tinggal bagaimana melakukan pengelolaan dan menejemen budidaya yang baik dan profesional.
                    
“Potensinya cukup besar tinggal bagaimana caranya warga atau nelayan setempat mampu memanfaatkan yang baik dan terkordinasi dengan rapi, sehingga ke depan akan bisa menjadi potensi andalan,” ujarnya

Menurutnya, pihaknya juga mengaku kalau di wilayah Panimbang sudah ada beberapa kelompok yang memanfaatkan potensi kerang hijau untuk diolah menjadi makanan ringan sejenis kerupuk.
“Peluangnya sangat bagus karena kerang hijau di Panimbang masih natural, karena lautnya juga masih bersih. Saya yakin jika ini dimanfaatkan dengan baik, kerupuk kerang hijau akan bisa menjelma menjadi ikon,” tuturnya.

Ketua Kelompok Usaha Duta Laut Abdul Ajis mengatakan, meski dianggap baru dalam pengelola kerang hijau, tapi pihaknya optimistis ke depan ini bisa menjadi peluang bagi warga dan nelayan. Saat ini, permintaan kerupuk kerang hijau cukup tinggi di pasaran.

“Saya optimistis dengan masih banyaknya kerang hijau produk yang kami buat akan bisa menjadi ikon daerah. Tinggal bagaimana caranya pemerintah daerah bisa melakukan pembinaan dan membantu mempromosikan,” harapnya


Sunday, February 7, 2016

Harga Bambu Naik, Nelayan Bagan Bingung

Bagan Apung

Nelayan bagan di Pandeglang Selatan, Khususnya nelayan bagan apung akhir akhir ini mulai resah dengan naiknya harga bambu sekarang ini. Bambu merupakan bahan utama untuk membuat bagan, karena 80% bagan itu terbuat dari bambu. "haraga bambu tahun ini untuk ukuran besar sudah mencapai 35.000 Rupiah perbatang. kalau tahun kemarin masih sekitar 25.000 sampai 28.000 rupiah perbatang" ujar Jamsari, salah seorang nelayan di Panimbang, Pandeglang. 

Naiknya harga bambu ini disebabkan salain permintaan yang tinggi juga semakin berkurangnya lahan tanaman bambu yang ada diwilayah Pandeglang Selatan. Wirya salah seorang penjual bamu mengatakan " Kalau dulu bambu itu mudah ditemukan disepanjang wilayah aliran sungai, kalau sekarang sudah gak ada lagi yang ada malah diwilayah pedalaman dan perbukitan, otomatis biaya juga bertambah karena harus mengangkut bambu tersebut di pinggiran sungai atau di jalan raya yang bisa diakses oleh kendaraan pengangkut" ujarnya kepada admin.


Nelayan sedang merakit bagan

Sebagaimana diketahui bambu itu butuh tumbuh besar membutuhkan waktu selama 2 tahun, tapi setiap tahunnya permintaan malah semakin tinggi dan itu tidak sebanding dengan jumlah lahan bambu yang ada. untuk satu unit bagan apung dibutuhkan sekitar 200 batang bambu yang besar dan dengan perawatan yang baik bagan itu bisa bertahan hingga 2 tahun. 

Saturday, January 30, 2016

Permen KP No.02 Tahun 2015, Sebuah Dilema Bagi Nelayan

Perahu Nelayan Panimbang yang tenggelam diterjang ombak

Menjadi seorang nelayan itu memang berat resikonya disamping harus berjuang dengan ombak dan badai dilautan, akhir akhir ini juga harus berurusan dengan penegak hukum apabila alat tangkap nelayan tersebut dilarang menurut Peraturan Mentri Kelautan dan Perikanan Nomor ; 02 Tahun 2015, dan alat itu pun tidak menjamin hasil tangkapan nelayan jadi banyak. belum lagi masalah utang piutang dengan tengkulak, biaya perbekalan yang tinggi, rentenir, dan masalah masalah lainnya yang selalu menunggu nelayan ketika baru pulang dari laut.

Mentri KKP Susi Pudjiastuti


Tanggal 8 Januari 2015 Menteri Fenomenal Susi Pudjiastuti Menteri Kelautan dan Perikanan Menerbitkan Peraturan Menteri No 2 Tahun 2015 yang Isinya " LARANGAN PENGGUNAAN ALAT PENANGKAPAN IKAN PUKAT HELA (TRAWLS) DAN PUKAT TARIK (SEINE NETS) DI WILAYAH PENGELOLAAN PERIKANAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA ( WPP - NRI ) " Peraturan ini muncul sebagai salah satu gebrakan Menteri susi dalam menakhodai KKP sebagai lembaga pemerintan yang konsen dalam bidang kelautan dan perikanan, dengan munculnya Permen tersebut berdampak banyaknya pro dan kontra terkait Permen tersebut, Demo penolakan terjadi dimana - mana , berbagai lapisan masyarakat membentuk aliansi mengatasnamakan nelayan dan semua berbondong - bondong menggelar aksi, 

Bentuk protes bukan cuman ke Mentri susi saja, bahkan ketika Presiden Joko widodo Blusukan Ke Kampung Nelayan di TPI Panimbang Pandeglang Bantren Pada Tanggal 23 Februari 2015, banyak nelayan yang protes langsung ke Presiden terkait pelarangan beberapa alat tangkap tersebut yang dirasa sangat merugikan nelayan.

Presiden Joko Widodo ketika blusukan ke TPI Panimbang

Nelayan Protes ke Presiden Joko Widodo Terkait Permen KP No.02 Tahun 2015



sebenarnya aturan Mengenai Pelarangan Pukat Hela dan sebagainya bukanlah aturan baru yang serta merta dikeluarkan oleh Menteri susi, Aturan tersebut keluar sebagai Amanah dari UU No 31 Tahun 2004 Tentang Perikanan junto  UU No 45 Tahun 2009 Tentang Perubahan UU No 31 Tahun 2004 Tentang Perikanan dimana dalam Pasal 9 Ayat (1) UU tersebut disebutkan: “Setiap orang dilarang memiliki, menguasai, membawa, dan/atau menggunakan alat penangkapan dan/atau alat bantu penangkapan ikan yang mengganggu dan merusak keberlanjutan sumber daya ikan di kapal penangkap ikan di wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia“. Pukat Hela (Trawls ) dan Pukat Tarik ( Seine Nets ) adalah salah satu dari Alat tangkap yang sesuai sifatnya dikategorikan sebagai alat tangkap yang merusak lingkungan.

Pro dan kontra

Terkait Permen tersebut memang tidak semua nelayan menolak, karena banyak juga nelayan yang merasa diuntungkan dengan adanya Permen tersebut, karena bagi daerah yang masyarakat nya sebagian besar berprofesi sebagai nelayan tentu banyak sekali perahu dan alat tangkap yang digunakan diwilayah tersebut, baik yang tidak dilarang maupun yang dilarang sehingga kadang terjadi gesekan antar nelayan yang sebenarnya merugikan nelayan itu sendiri. disamping itu banyak juga nelayan dan masayarakat pesisir yang menggantungkan hidupnya kepada beberapa alat tangkap yang dilarang tersebut. bahkan  menurut nelayan pemerintah hanya bisa melarang dan mengeluarkan  peratuaran tanpa memberi solusi ataupun penggantian alat tangkapnya. karena sampai saat ini pemerintah maupun kementrian kelautan dan perikanan belum bisa menciptakan alat tangkap yang sesuai dengan program pemerintah, karena selama ini alat alat tangkap tersebut diciptakan oleh nelayan sendiri.


Thursday, January 28, 2016

Aquaculture Green Shellfish Independently at Panimbang Banten Indonesia


Green mussel (perna viridis) is one of the flagship marine commodities in the village Panimbangjaya Panimbang District of Pandeglang in Banten province, and this area has been determined to be in accordance with Decree Minapolitan Region Minister of Marine and Fisheries of the Republic of Indonesia No.Kep.32 / MEN / 2010 concerning the Establishment of Region Minapolitan.

But even with the support of the legal basis, the application of dilapangannya not in line with what was expected, so that this potential has not been dimamfaatkan perfectly. because budgeting related government programs that do not fit the time, as it also the surrounding community has not glanced at the green mussel farming as a major livelihood. whereas according to laboratory tests either from the Ministry of Maritime Affairs and Fisheries as well as from the Bogor Agricultural Institute (IPB) Panimbang mussels from the area declared free of waste and heavy metal free.

on that basis I personally and colleagues from the group, supported by a fellow businessman from Jakarta to see this as a business opportunity, then we as a native son who wants to promote its own country and do not want to be a spectator eventually intend to set up a chart cultivation of mussels in self-help rather than just relying on government programs. to initially backed fellow businessman from Jakarta finally we managed to set up three units of green mussel self chart.

considering this business opportunity is still wide open and promising market even for export, of course, the cultivation of mussels should dimamfaatkan and supported as well as possible so that people can be lifted coastal economy. materials was also cuman bamboo and several kinds of ropes that are not banyal costly. The following is a chart of the process of assembling the green mussel cultivation measures 10 x 30 meter .(A minimum of 10 tonnes of mussels once the harvest)


Here is a chart of the process of the establishment of mussels:

Here is a chart of the process of the establishment of mussels:
























We also provide the opportunity for you who are interested to invest in this business or are ready to accommodate and accept the cultivation of mussels can contact me for information Azis Azhari and mechanisms.

Consuming green mussels (Perna Viridis) is a lot of mamfaatnya.
Here Are The Benefits Of Green Shellfish consume:
1. Improve Heart Health

2. Improve Skin Health

3. Overcoming Painful Joints

4. Help Fight Arthritis Pain

5. Help Fight Asthma and Bronchitis

6. Increase Stamina and Vitality

























Perakitan Bagan Kerang Hijau Secara Swadaya Di Panimbang Banten


Kerang Hijau (perna viridis) merupakan salah satu komoditas laut unggulan di Desa Panimbangjaya Kecamatan Panimbang Kabupaten Pandeglang Provinsi banten, dan daerah ini sudah ditetapkan menjadi Kawasan Minapolitan sesuai Keputusan Mentri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia No.Kep.32/MEN/2010 tentang Penetapan Kawasan Minapolitan.

Namun walaupun dengan dukungan dasar hukum tersebut, penerapan dilapangannya tidak sejalan dengan apa yang diharapkan, sehingga potensi tersebut belum dimamfaatkan dengan sempurna. dikarenakan terkait penganggaran program pemerintah yang tidak pas waktu, disamping itu juga masyarakat sekitar juga belum melirik usaha budidaya kerang hijau ini sebagai mata pencaharian yang utama. padahal menurut uji laboratorium baik dari Kementrian Kelautan dan Perikanan maupun dari Institut Pertanian Bogor (IPB) kerang hijau dari kawasan Panimbang dinyatakan bebas limbah dan  bebas logam berat.

atas dasar itu saya pribadi dan rekan rekan dari kelompok serta didukung oleh seorang rekan pengusaha dari jakarta melihat hal ini sebagai sebuah peluang usaha, maka kami sebagai putra daerah yang ingin memajukan daerahnya sendiri dan tidak ingin menjadi penonton akhirnya berniat untuk mendirikan bagan budidaya kerang hijau secara swadaya bukan hanya mengandalkan program dari pemerintah. untuk awalnya dengan didukung rekan pengusaha dari jakarta akhirnya kami berhasil mendirikan 3 unit bagan kerang hijau swadaya.

mengingat peluang usaha ini masih terbuka lebar dan pasar yang menjanjikan bahkan untuk ekspor, tentunya usaha budidaya kerang hijau ini harus dimamfaatkan dan didukung dengan sebaik-baiknya agar masyarakat pesisir bisa terangkat perekonomiannya. bahan bahan nya pun cuman bambu dan beberapa jenis tali yang tidak banyak memakan biaya. berikut ini adalah proses perakitan bagan budidaya kerang hijau ukuran 10 x 30 meter (Minimal 10 ton kerang hijau sekali panen).


Berikut ini adalah proses pendirian bagan kerang hijau:




















Kami juga memberikan kesempatan kepada anda yang berminat untuk berinvestasi dibisnis ini atau pun yang siap menampung dan menerima kerang hijau dari usaha budidaya ini bisa menghubungi saya Azis Azhari untuk informasi dan mekanismenya.

Mengkonsumsi Kerang Hijau (Perna Viridis) ini banyak sekali mamfaatnya.
Berikut Adalah Manfaat Dari mengkonsumsi Kerang Hijau :
1. Meningkatkan Kesehatan Jantung

2. Meningkatkan Kesehatan Kulit

3. Mengatasi Nyeri Sendi

4. Membantu Mengatasi Nyeri Arthritis

5. Membantu Mengatasi Asma Dan Bronkitis

6. Meningkatkan Stamina dan Vitalitas


Labels

Budaya ( 6 ) Indonesia ( 21 ) Kesehatan ( 11 ) Naskah ( 4 ) Perikanan ( 14 ) Politik ( 1 ) Renungan ( 1 ) Sekilas Info ( 30 ) Usaha ( 11 ) Wisata ( 8 )

Populer Bulan Ini