Selamat Datang di PanimbangOnline Media Informasi dan Saling Berbagi

Thursday, March 24, 2016

Bagan Nelayan Terdampar

Bagan Nelayan Terdampar - Hari Rabu (23/03/2106) Cuaca buruk melanda selat sunda selama 24 jam ombak, hujan dan angin kencang melanda perairan selat sunda. akibat cuaca buruk itu mengakibatkan terdamparnya bagan (alat tangkap ikan) milik nelayan Desa Citeureup di pantai Sidamukti Kecamatan Sukaresmi.

Bagang yang terdampar

menurut beberapa saksi mata alat tangkap tersebut terbawa arus disertai angin kencang karena tali jangkarnya putus. beruntung bagang tersebut masih dalam kondisi bagus ketika terdampar, pada hari itu juga banyak nelayan yang terpaksa pergi ketengah laut walaupun cuaca sedang buruk untuk mengamankan alat tangkapnya masing masing.

Musim barat memang belum berakhir, dihimbau kepada para nelayan agar berhati hati ketika akan mencari ikan ditengah laut.

Monday, March 21, 2016

Pandeglang Selatan Membutuhkan Waduk


Pandeglang Selatan Membutuhkan Waduk - Daerah Pandeglang Selatan seperti kita ketahui bersama sering kali dilanda banjir setiap tahunnya, beberapa Kecamatan diwilayah ini seperti Kecamatan Pagelaran, Patia, Sukaresmi, Panimbang, Sobang, munjul, Sindang Resmi selalu menjadi langganan banjir. Wilayah tersebut ketinggiannya rata rata hanya 1 meter diatas permukaan laut ditambah pula letak geografisnya dikepung oleh dataran tinggi yang ada di Kabupaten Pandeglang Seperti Gunung Karang dan Pulosari di utara Pandeglang, Pegunungan Ujung Kulon di barat Pandeglang dan Kabupaten Lebak di selatannya dengan pegunungan kendeung dan gunung Kencana. Jika terjadi hujan lebat saja selama beberapa jam atau pun setengah hari banjir dipastikan akan mengepung kawasa dataran rendah ini. Banjir juga akan lebih parah jika posisi air laut sedang pasang.

Itu baru banjir, sekarang kita berbicara kekeringannya. ironis memang dikala hujan wilayah ini dilanda banjir sedangkan dikala kemarau wilayah ini pun akan kekurangan air dan mengalami kekeringan yang cukup parah, anda bisa bayangkan jika musim kemarau warga di Kecamatan Sukaresmi dan Patia mau mandi saja harus mengabil air dari wilayah lain yang dekat dengan pantai. 

Pembangunan Waduk

Melihat kondisi seperti itu pembangunan waduk diwilayah ini merupakan sebuah solusi untuk mengatasi masalah banjir dan kekeringan, perlu dicatat pula wilayah ini merupakan kawasan pertanian produktif yang dipunyai oleh Kabupaten Pandeglang apalagi wilayah Kecamatan Panimbang dan Sobang yang bisa dikatakan menjadi lumbung beras nya Pandeglang. jadi dengan adanya waduk nantinya bisa menampung air hujan dan banjir pun bisa di minimalisir, begitu juga jika terjadi kekeringan akibat kemarau kita masih ada cadangan air untuk kebutuhan ataupun untuk pengairan persawahan. (sumber gambar : Wikipedia)


Wednesday, March 16, 2016

Dana Lelang Tersendat, Target Tol Serang-Panimbang Molor

Dana Lelang Tersendat, Target Tol Serang-Panimbang Molor - Proses lelang jalan tol Serang-Panimbang, Pandeglang, Banten, berpotensi molor. Ini menyusul belum tercapainya kesepakatan antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan Kementerian Keuangan terkait skema pendanaan.
Seperti dikutip dari m.tempo.co Sebelumnya pemerintah menargetkan dapat membebaskan lahan lahan tol Serang-Panimbang tahun ini untuk mengejar target penyelesaian pada 2018. “Kami masih membahas secara intensif lima skenario pendanaan dari proyek jalan tol Serang-Panimbang. Belum ada tender yang dibuka karena masih dibahas lagi,” kata Anggota Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Bambang Eko di Anyer, Senin, 15 Februari 2016.
Skenario pertama adalah tanpa stimulus dengan bunga komersial. Kedua, pembebasan lahan oleh pemerintah. Skenario ketiga pembebasan lahan oleh pemerintah dengan 40 persen biaya kontruksi ditanggung pemerintah.
Selanjutnya, skenario keempat dan kelima merupakan segmented development, yakni pembebasan lahan dan konstruksi ditanggung swasta, serta pinjaman komersial (area Serang-Rangkasbitung). Skenario kelima yakni pembebasan lahan dan konstruksi ditanggung swasta, serta pinjaman komersial (area Serang-Bojong).
“Belum ada kepastian mengenai skenario mana yang akan dipakai. Jika pembiayaan ditanggung penuh oleh pemerintah tidak memungkinkan, sedangkan segi kelayakan juga rendah karena traffiknya rendah,” ucapnya.
Berdasarkan kajian Dinas Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Banten pada 2012, jalan yang menghubungkan menjadi akses ke kawasan ekonomi khusus (KEK) Tanjung Lesung hanya dilewati sekitar 1.800 kendaraan per hari atau jauh di bawah standar kelayakan jalan tol sebanyak 14 ribu kendaran setiap harinya.
Sementara itu, Vici Hartawan, Kepala Seksi Program Suddirektorat Jalan Bebas Hambatan, Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian PUPR, mengungkapkan pembangunan tol Serang-Panimbang akan dimulai dari Walantaka. Dalam waktu dekat, izin lingkungan dari Pemprov Banten segera keluar.
“Tinggal menunggu surat keputusan dari Gubernur Banten terkait penentuan lokasi. Jika itu sudah ada, maka pembebasan lahan bisa segera dilakukan,” tekannya.
Proyek pembangunan tol Serang-Panimbang sendiri merupakan hasil prakarsa Pemprov Banten untuk mendukung akses ke KEK Tanjung Lesung. Rencananya, tol dengan panjang 83,8 kilometer terdiri dari tiga seksi yakni Serang-Rangkasbitung, Rangkasbitung-Bojong, dan Bojong-Panimbang.

Lahan Tol Serang-Panimbang Dibebaskan, Calo Tanah Bermunculan. Pemilik Tanah Harus cerdas

Lahan Tol Serang-Panimbang Dibebaskan, Calo Tanah Bermunculan. Pemilik Tanah Harus cerdas - Seperti dikutip dari laman biem.co Pembebasan lahan pembangunan Tol Serang-Panimbang segera dilakukan tahun ini. Hal tersebut membuat banyak bermunculan para calo tanah dadakan. 
"Banyak calo tanah yang bermunculan, masyarakat harus bisa pintar-pintar agar tetap sejahtera ketika menjual tanahnya," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provindi Banten Hudaya Latuconshina, Kamis (11/2/2016).

Hudaya menjelaskan, menurut informasi yang ia terima  saat ini terdapat ratusan oknum yang menjadi calo tanah dadakan. Mereka mengaku memiliki tanah yang menjadi bakal menjadi tol Serang-Panimbang.
"Kami sejauh ini tidak mampu berupaya apapun karena tidak bisa melarang. Jadi masyarakat jangan sampai terkena tipu daya sehingga menjual tanah dengan harga murah," katanya

Wednesday, March 9, 2016

Sudah Efektifkah Pilkada di Indonesia?

Sudah Efektifkah Pilkada di Indonesia? - Jakarta, Banten dan beberapa daerah lain di Indonesia saat ini sedang ataupun dipaksa disibukan dengan aroma politik menjelang Pemilihan Gubernur yang akan dilaksanakan pada tahun 2017. Semua warga pasti menginginkan pemimpin yang terbaik di daerahnya, apalagi daerah di Indonesia bisa dikatakan belum sebanding dengan daerah daerah negara lain di dunia. 

Tapi coba kita bayangkan sejenak dan kita ambil contoh Pilkada DKI Jakarta, saat ini ahok atau Basuki Tjahaya Purnama masih menjabat gubernur DKI Jakarta sampai dengan Tahun 2017, saat ini juga maju menjadi peserta Pilkada Calon Gubernur DKI Jakarta. anda bisa bayangkan satu tahun kedepan jakarta akan disibukan oleh agenda politik, kampanye terselubung, kampanye hitam, perdebatan bahkan perang argumen antar calon. dan saya kira fokusnya bukan lagi membangun jakarta selama sisa waktu 1 tahun kedepan tapi lebih mengutamakan agenda politik ataupun kampanye terselubung bagi setiap peserta Pilkada, dan bukan cuman ahok tapi pejabat pejabat lain yang ikut bermain politik juga pastinya tidak fokus ke pembangunan daerah tapi lebih fokus ke pilkada. kalu sudah begini mau sampai kapan daerah daerah bisa maju atau minimal bisa melayani rakyatnya.

Dan itu baru di Jakarta, bisa anda bayangkan kalau sistem politik seperti itu juga terjadi di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten / Kota Di Indonesia, Wow...!!! sebuah pemborosan waktu dan biaya yang tidak sedikit, kalau sudah begini mungkin kita akan selamanya menjadi bangsa tertinggal. ketika negara lain sudah maju dan mengembangkan teknologi canggih, kita masih disibukan dengan Agenda Demokrasi tiada henti. memang kita hidup di Negara Demokrasi terbesar di dunia tapi masa gara gara demokrasi kita akan selamanya tertinggal. Sepertinya harus ada perubahan sistem dan konsep pilkada di Indonesia agar tidak menghamburkan waktu, tenaga, dan biaya.

Populer Bulan Ini