Selamat Datang di PanimbangOnline Media Informasi dan Saling Berbagi

Tuesday, March 29, 2016

Olahraga Terbaik Untuk Menurunkan Berat Badan

Ada beberapa jenis olahraga yang terbukti efektif untuk menurunkan berat badan. Anda tinggal memasukkannya kedalam jadwal rutin harian. Karena jika melakukan olahraga hanya sekali atau dua kali maka Anda tidak akan melihat hasilnya.

Jadikan olahraga sebagai gaya hidup untuk menurunkan dan mengontrol berat badan. Karena dengan berolahraga, lemak dapat dipangkas sehingga tidak terjadi kelebihan berat badan. Selain itu, olahraga juga dapat membangun otot, meningkatkan sistem metabolisme tubuh, dan tentu saja membuat tubuh menjadi lebih sehat.

Olahraga Untuk Menurunkan Berat Badan

Olahraga Untuk Menurunkan Berat Badan

Namun Anda juga harus mengimbanginya dengan pola makan yang baik, sehingga olahraga yang Anda lakukan tidak sia-sia. Berikut ini cara menurunkan berat badan dengan olahraga yang mudah namun dengan hasil maksimal.

1. Senam Aerobik

Olahraga Untuk Menurunkan Berat Badan

Selain dapat membakar lemak lebih banyak, senam aerobik juga dapat mengencang tubuh. Anda dapat mencoba senam aerobik 60 menit sekali latihan secara rutin. Maka Anda dapat membakar lebih dari 650 kalori.

2. Berlari


Berlari merupakan pilihan olahraga yang murah dan mudah. Anda tinggal memakai sepatu dan dapat melakukannya pagi hari atau sore hari. Lakukan lari dengan metode interval training untuk membakar kalori lebih banyak. Caranya lari kencang dengan sekuat tenaga dalam waktu 30 detik sampai 2 menit, kemudian pelankan lagi lari dengan kecepatan sedang, setelah itu lari lagi dengan kecepatan tinggi. Ulangi secara terus menerus.

3. Jalan Kaki

Olahraga Untuk Menurunkan Berat Badan

Selain berlari, Anda juga bisa melakukan jalan kaki untuk membakar kalori. Jalan kaki yang yang dilakukan adalah jalan kaki cepat dengan kecepatan tertentu, bukan jalan kaki santai.

4. Bersepeda

Olahraga Untuk Menurunkan Berat Badan

Bersepeda dengan kecepatan sedang selama satu jam dapat membakar membakar 1000 kalori, namun hal tersebut juga tergantung dengan medan yang ditempuh dan berat badan masing-masing orang. Selain itu bersepeda juga dapat melatih otot kaki, menyehatkan jantung, meningkatkan stamina dan menghilangkan stress.

5. Berenang

Olahraga Untuk Menurunkan Berat Badan

Berenang merupakan olahraga yang menyenangkan, karena Anda bisa bermain air sambil menurunkan berat badan. Dari sebuah studi menunjukkan, berenang dapat membakar ebih dari 800 kalori perjam. Selain itu renang merupakan olahraga yang lengkap karena melibatkan hampir seluruh bagian otot tubuh mulai dari otot punggung, lengan, kaki, pinggat, perut dan otot lainnya. Lakukan renang dengan gaya yang Anda kuasai seperti gaya kupu-kupu, gaya katak, gaya punggung, atau gaya bebas.

Kini Anda tinggal memilih atau mengkombinasikan beberapa olahraga diatas untuk mendapatkan tubuh langsing ideal. Selamat mencoba!

Thursday, March 24, 2016

Bagan Nelayan Terdampar

Bagan Nelayan Terdampar - Hari Rabu (23/03/2106) Cuaca buruk melanda selat sunda selama 24 jam ombak, hujan dan angin kencang melanda perairan selat sunda. akibat cuaca buruk itu mengakibatkan terdamparnya bagan (alat tangkap ikan) milik nelayan Desa Citeureup di pantai Sidamukti Kecamatan Sukaresmi.

Bagang yang terdampar

menurut beberapa saksi mata alat tangkap tersebut terbawa arus disertai angin kencang karena tali jangkarnya putus. beruntung bagang tersebut masih dalam kondisi bagus ketika terdampar, pada hari itu juga banyak nelayan yang terpaksa pergi ketengah laut walaupun cuaca sedang buruk untuk mengamankan alat tangkapnya masing masing.

Musim barat memang belum berakhir, dihimbau kepada para nelayan agar berhati hati ketika akan mencari ikan ditengah laut.

Monday, March 21, 2016

Pandeglang Selatan Membutuhkan Waduk


Pandeglang Selatan Membutuhkan Waduk - Daerah Pandeglang Selatan seperti kita ketahui bersama sering kali dilanda banjir setiap tahunnya, beberapa Kecamatan diwilayah ini seperti Kecamatan Pagelaran, Patia, Sukaresmi, Panimbang, Sobang, munjul, Sindang Resmi selalu menjadi langganan banjir. Wilayah tersebut ketinggiannya rata rata hanya 1 meter diatas permukaan laut ditambah pula letak geografisnya dikepung oleh dataran tinggi yang ada di Kabupaten Pandeglang Seperti Gunung Karang dan Pulosari di utara Pandeglang, Pegunungan Ujung Kulon di barat Pandeglang dan Kabupaten Lebak di selatannya dengan pegunungan kendeung dan gunung Kencana. Jika terjadi hujan lebat saja selama beberapa jam atau pun setengah hari banjir dipastikan akan mengepung kawasa dataran rendah ini. Banjir juga akan lebih parah jika posisi air laut sedang pasang.

Itu baru banjir, sekarang kita berbicara kekeringannya. ironis memang dikala hujan wilayah ini dilanda banjir sedangkan dikala kemarau wilayah ini pun akan kekurangan air dan mengalami kekeringan yang cukup parah, anda bisa bayangkan jika musim kemarau warga di Kecamatan Sukaresmi dan Patia mau mandi saja harus mengabil air dari wilayah lain yang dekat dengan pantai. 

Pembangunan Waduk

Melihat kondisi seperti itu pembangunan waduk diwilayah ini merupakan sebuah solusi untuk mengatasi masalah banjir dan kekeringan, perlu dicatat pula wilayah ini merupakan kawasan pertanian produktif yang dipunyai oleh Kabupaten Pandeglang apalagi wilayah Kecamatan Panimbang dan Sobang yang bisa dikatakan menjadi lumbung beras nya Pandeglang. jadi dengan adanya waduk nantinya bisa menampung air hujan dan banjir pun bisa di minimalisir, begitu juga jika terjadi kekeringan akibat kemarau kita masih ada cadangan air untuk kebutuhan ataupun untuk pengairan persawahan. (sumber gambar : Wikipedia)


Wednesday, March 16, 2016

Dana Lelang Tersendat, Target Tol Serang-Panimbang Molor

Dana Lelang Tersendat, Target Tol Serang-Panimbang Molor - Proses lelang jalan tol Serang-Panimbang, Pandeglang, Banten, berpotensi molor. Ini menyusul belum tercapainya kesepakatan antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan Kementerian Keuangan terkait skema pendanaan.
Seperti dikutip dari m.tempo.co Sebelumnya pemerintah menargetkan dapat membebaskan lahan lahan tol Serang-Panimbang tahun ini untuk mengejar target penyelesaian pada 2018. “Kami masih membahas secara intensif lima skenario pendanaan dari proyek jalan tol Serang-Panimbang. Belum ada tender yang dibuka karena masih dibahas lagi,” kata Anggota Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Bambang Eko di Anyer, Senin, 15 Februari 2016.
Skenario pertama adalah tanpa stimulus dengan bunga komersial. Kedua, pembebasan lahan oleh pemerintah. Skenario ketiga pembebasan lahan oleh pemerintah dengan 40 persen biaya kontruksi ditanggung pemerintah.
Selanjutnya, skenario keempat dan kelima merupakan segmented development, yakni pembebasan lahan dan konstruksi ditanggung swasta, serta pinjaman komersial (area Serang-Rangkasbitung). Skenario kelima yakni pembebasan lahan dan konstruksi ditanggung swasta, serta pinjaman komersial (area Serang-Bojong).
“Belum ada kepastian mengenai skenario mana yang akan dipakai. Jika pembiayaan ditanggung penuh oleh pemerintah tidak memungkinkan, sedangkan segi kelayakan juga rendah karena traffiknya rendah,” ucapnya.
Berdasarkan kajian Dinas Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Banten pada 2012, jalan yang menghubungkan menjadi akses ke kawasan ekonomi khusus (KEK) Tanjung Lesung hanya dilewati sekitar 1.800 kendaraan per hari atau jauh di bawah standar kelayakan jalan tol sebanyak 14 ribu kendaran setiap harinya.
Sementara itu, Vici Hartawan, Kepala Seksi Program Suddirektorat Jalan Bebas Hambatan, Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian PUPR, mengungkapkan pembangunan tol Serang-Panimbang akan dimulai dari Walantaka. Dalam waktu dekat, izin lingkungan dari Pemprov Banten segera keluar.
“Tinggal menunggu surat keputusan dari Gubernur Banten terkait penentuan lokasi. Jika itu sudah ada, maka pembebasan lahan bisa segera dilakukan,” tekannya.
Proyek pembangunan tol Serang-Panimbang sendiri merupakan hasil prakarsa Pemprov Banten untuk mendukung akses ke KEK Tanjung Lesung. Rencananya, tol dengan panjang 83,8 kilometer terdiri dari tiga seksi yakni Serang-Rangkasbitung, Rangkasbitung-Bojong, dan Bojong-Panimbang.

Lahan Tol Serang-Panimbang Dibebaskan, Calo Tanah Bermunculan. Pemilik Tanah Harus cerdas

Lahan Tol Serang-Panimbang Dibebaskan, Calo Tanah Bermunculan. Pemilik Tanah Harus cerdas - Seperti dikutip dari laman biem.co Pembebasan lahan pembangunan Tol Serang-Panimbang segera dilakukan tahun ini. Hal tersebut membuat banyak bermunculan para calo tanah dadakan. 
"Banyak calo tanah yang bermunculan, masyarakat harus bisa pintar-pintar agar tetap sejahtera ketika menjual tanahnya," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provindi Banten Hudaya Latuconshina, Kamis (11/2/2016).

Hudaya menjelaskan, menurut informasi yang ia terima  saat ini terdapat ratusan oknum yang menjadi calo tanah dadakan. Mereka mengaku memiliki tanah yang menjadi bakal menjadi tol Serang-Panimbang.
"Kami sejauh ini tidak mampu berupaya apapun karena tidak bisa melarang. Jadi masyarakat jangan sampai terkena tipu daya sehingga menjual tanah dengan harga murah," katanya

Wednesday, March 9, 2016

Sudah Efektifkah Pilkada di Indonesia?

Sudah Efektifkah Pilkada di Indonesia? - Jakarta, Banten dan beberapa daerah lain di Indonesia saat ini sedang ataupun dipaksa disibukan dengan aroma politik menjelang Pemilihan Gubernur yang akan dilaksanakan pada tahun 2017. Semua warga pasti menginginkan pemimpin yang terbaik di daerahnya, apalagi daerah di Indonesia bisa dikatakan belum sebanding dengan daerah daerah negara lain di dunia. 

Tapi coba kita bayangkan sejenak dan kita ambil contoh Pilkada DKI Jakarta, saat ini ahok atau Basuki Tjahaya Purnama masih menjabat gubernur DKI Jakarta sampai dengan Tahun 2017, saat ini juga maju menjadi peserta Pilkada Calon Gubernur DKI Jakarta. anda bisa bayangkan satu tahun kedepan jakarta akan disibukan oleh agenda politik, kampanye terselubung, kampanye hitam, perdebatan bahkan perang argumen antar calon. dan saya kira fokusnya bukan lagi membangun jakarta selama sisa waktu 1 tahun kedepan tapi lebih mengutamakan agenda politik ataupun kampanye terselubung bagi setiap peserta Pilkada, dan bukan cuman ahok tapi pejabat pejabat lain yang ikut bermain politik juga pastinya tidak fokus ke pembangunan daerah tapi lebih fokus ke pilkada. kalu sudah begini mau sampai kapan daerah daerah bisa maju atau minimal bisa melayani rakyatnya.

Dan itu baru di Jakarta, bisa anda bayangkan kalau sistem politik seperti itu juga terjadi di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten / Kota Di Indonesia, Wow...!!! sebuah pemborosan waktu dan biaya yang tidak sedikit, kalau sudah begini mungkin kita akan selamanya menjadi bangsa tertinggal. ketika negara lain sudah maju dan mengembangkan teknologi canggih, kita masih disibukan dengan Agenda Demokrasi tiada henti. memang kita hidup di Negara Demokrasi terbesar di dunia tapi masa gara gara demokrasi kita akan selamanya tertinggal. Sepertinya harus ada perubahan sistem dan konsep pilkada di Indonesia agar tidak menghamburkan waktu, tenaga, dan biaya.

Tuesday, March 8, 2016

Gerhana Matahari dan Mitos Wanita Hami


Gerhana Matahari dan Mitos Wanita Hamil - Saat ini lagi mewabah fenomena Gerhana Matahari Total di Indonesia, di Televisi, koran, media online, dan media media lainya berita Gerhana Matahari Total selalu menjadi headline. obrolan obrolan di warung kopi dan gosipan ibu ibu pun tak lepas membahas seputar gerhana yang akan terjadi pada hari rbu tanggal 9 maret 2016 dan uniknya peristiwa  ini hanya terjadi di Indonesia.

Bahkan ibu saya sampai bercerita, dulu sekitar tahun 1983 terjadi gerhana matahari total di pulau jawa. suasana siang seketika langsung menjadi redup, ayam, bebek dan binatang lainnya pun pulang ke kandangnya. (dikira hari sudah malam kali, haha ).  


MITOS

Dan salah satu mitos yang berlaku disekitar wilayah banten adalah, jika ada wanita hamil dan kebetulan sedang terjadi gerhana matahari adalah wanita hamil tersebut harus tiduran dibawah ranjang atau tempat tidurnya selama gerhana berlangsung, mitos lainnya adalah wanita hamil harus mandi jika sedang terjadi gerhana bulan. mitosnya jika wanita hamil itu tidak melakukan hal tersebut diatas maka sesuatu yang buruk akan menimpa bayi tersebut. benar dan tidaknya mitos tersebut terserah anda menilainya sendiri.

Ketika terjadi Gerhana Matahari Total tahun 1983 di pulau jawa, ada seorang narasumber mangatakan disuatu wilayah dibanten pada saat itu ada sekitar 10 orang wanita hamil dan semuanya melaksanakan mitos tersebut. yah.. tiduran dibawah ranjang atau tempat tidurnya.

Mitos tetap saja menjadi mitos tergantung cara pemikiran kita, yang jelas  bagi umat islam jika sedang terjadi Gerhana baik gerhana matahari ataupun gerhana bulan maka dilakukan Sholat Gerhana.

Friday, March 4, 2016

10 Jembatan Gantung di Banten Diresmikan

10 Jembatan Gantung di Banten Diresmikan - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani beserta Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono meresmikan rampungnya pembangunan 10 jembatan gantung di Banten.

Peresmian itu dipusatkan di Jembatan Kolelet, Desa Kolelet Wetan, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Rabu (17/2/2016) seperti dikutip kompas.com.


Jembatan-jembatan gantung tersebut dibangun dengan tujuan memberikan kemudahan akses penghubung lintas sungai bagi masyarakat setempat terutama akses anak-anak menuju ke sekolah.

Oleh karena itu, peruntukannya hanya untuk pejalan kaki, sementara kendaraan yang boleh lewat hanya dibatasi untuk kendaraan roda dua.

Rampungnya pembangunan jembatan itu diharapkan juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperlancar arus ekonomi masyarakat lokal. 

Pembangunan 10 jembatan itu dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kementerian PUPR tahun anggaran 2015 sebesar Rp 45,6 miliar.

Terealisasinya pembangunan 10 jembatan ini juga tak lepas dari upaya pemerintah daerah (pemda) yang turut membantu pemerintah pusat.

"Pemda sendiri yang mengetahui apa yang dibutuhkan di daerah, lalu program-program disinergikan," kata Puan dalam siaran pers , Rabu (17/2/2016).

Sementara itu, Basuki berpesan supaya masyarakat dapat menjaga dan merawat jembatan agar bisa terus berfungsi dengan baik. Sepuluh jembatan gantung itu tidak semuanya dibangun baru melainkan ada pula yang menggantikan jembatan rusak sebelumnya.

Jembatan Gantung Kolelet yang diresmikan hari ini dirancang sepanjang 132 meter dengan lebar 1,7 meter. Konstruksi bangunan atas terbuat dari baja dan konstruksi bangunan bawah berupa beton. 

Jembatan Kolelet
Jembatan gantung Kolelet ini menghubungkan Desa Kolelet dengan Desa Kembang.
Sementara sembilan jembatan gantung lainnya adalah Ranca Wiru di Desa Sukamekarsari, Leuwi Loa di Desa Sudamanik, Cisimeut di Desa Sanghyang, Cigeulis di Desa Cigeulis, Cidikit di Desa Pamubulan, Cicariu di Desa Cicariu, Bojong Apus di Desa Bojong Apus, Cihambali di Desa Lebak Binong, dan Cidadap di Desa Ciuyah.
Semoga kedepan tidak ada lagi jembatan di Banten yang memprihatinkan.

Thursday, March 3, 2016

Mau Lihat Gerhana Matahari Total? Ini Jadwalnya

Mau Lihat Gerhana Matahari Total? Ini Jadwalnya - Gerhana matahari total akan jatuh pada 9 Maret 2016. Ini artinya, tak lama lagi sebagian wilayah Indonesia akan mengalami fenomena langka tersebut. Meski begitu, tidak semua masyarakat Indonesia bisa menyaksikan gerhana matahari total (GMT)secara penuh.

Seperti dikutip dari situs Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) serta Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), peristiwa ini akan terjadi di pagi hari. Berikutjadwalnya.




Khusus untuk wilayah Indonesia bagian barat, gerhana akan dimulai pukul 06.20 WIB di wilayah Palembang, termasuk Jakarta. 

Sedangkan wilayah Bangka Belitung akan dimulai pukul 06.21 WIB, puncaknya sendiri akan mencapai pukul 07.30 WIB. Kalau untuk wilayah Bengkulu, gerhana akan mencapai puncak pada pukul 07.19 WIB.

Untuk wilayah tengah dan timur, akan dimulai pukul 07.27 WITA khusus untuk Palu dan sekitarnya. Sedangkan untuk Ternate, gerhana akan dimulai pukul 08.36 WIT. Puncaknya akan mencapai pada pukul 09.52 WIT.

Sementara, untuk durasinya, seperti dikutip dari liputan6.com  Gerhana Matahari Total (GMT) akan berlangsung beberapa menit. Berikut daftar durasinya:
  • Palembang (1 menit 52 detik)
  • Bangka Belitung (2 menit 10 detik)
  • Balikpapan (1 menit 9 detik)
  • Luwuk (2 menit 50 detik)
  • Sampit (2 menit 8 detik)
  • Palu (2 menit 4 detik)
  • Ternate (2 menit 29 detik)
  • Palangkaraya (2 menit 29 detik)
  • Poso (2 menit 40 detik)
  • Halmahera (1 menit 36 detik)
Wilayah yang terkena Gerhana Matahari Total di Indonesia

Awas, jangan melihat secara langsung ke matahari ketika terjadi Gerhana Matahari karena akan berbahaya, lebih baik pake cara ini biar aman:

Berkaca pada genangan. Kamu mungkin sering mendengar berbagai cara aman agar sinar matahari saat gerhana total tak merusak mata. Kebanyakan, orang menggunakan kaca mata khusus untuk melindungi mata. Tapi, tahukah kamu ada cara yang lebih murah dan klasik selain kaca mata? Yaitu melalui genangan air di dalam baskom yang diletakkan di bawah bayangan matahari. Selain aman, cara ini juga bikin kamu tampil keren dan sangat klasik!

Lihat lewat lubang sekecil jarum. Kalau kamu suka fotografi dan mungkin pernah belajar bagaimana cara menangkap gambar lewat sebuah kaleng yang dilubangi, ternyata metode yang mirip seperti ini juga bisa digunakan untuk melindungi matamu saat melihat gerhana matahari total. Dilansir dari situs National Aeronautics and Space Administration (NASA), celah dari lubang jarum ini bisa membentuk sebuah gambar gerhana matahari pada sebuah layar yang diletakkan sekitar 1 meter dari lubang kecil tersebut. 

Gunakan pelindung khusus. Memang, kedua metode di atas tak bisa membuatmu benar-benar melihat gerhana matahari total langsung. Kalau memang sangat ingin melihatnya dengan mata kepalamu sendiri tanpa lewat proyeksi, kamu bisa menggunakan pelindung mata khusus yang bisa melindungi mata. 

**Saksikan juga Live Gerhana Matahari Total, Rabu 9 Maret 2016 di Liputan6.com, SCTV dan Indosiar Mulai Pukul 06.00 - 09.00 WIB. 

Sejarah Baduy

Sejarah Baduy - Orang Kanekes atau orang Baduy adalah suatu kelompok masyarakat adat Sunda di wilayah Kabupaten Lebak, Banten. Sebutan “Baduy” merupakan sebutan yang diberikan oleh penduduk luar kepada kelompok masyarakat tersebut, berawal dari sebutan para peneliti Belanda yang agaknya mempersamakan mereka dengan kelompok Arab Badawi yang merupakan masyarakat yang berpindah-pindah (nomaden). Kemungkinan lain adalah karena adanya Sungai Baduy dan Gunung Baduy yang ada di bagian utara dari wilayah tersebut. Mereka sendiri lebih suka menyebut diri sebagai urang Kanekes atau “orang Kanekes” sesuai dengan nama wilayah mereka, atau sebutan yang mengacu kepada nama kampung mereka seperti Urang Cibeo (Garna, 1993).
baduy1Bahasa yang mereka gunakan adalah Bahasa Sunda dialek a–Banten. Untuk berkomunikasi dengan penduduk luar mereka lancar menggunakan Bahasa Indonesia, walaupun mereka tidak mendapatkan pengetahuan tersebut dari sekolah. Orang Kanekes ‘dalam’ tidak mengenal budaya tulis, sehingga adat istiadat, kepercayaan/agama, dan cerita nenek moyang hanya tersimpan di dalam tuturan lisan saja.
Menurut kepercayaan yang mereka anut, orang Kanekes mengaku keturunan dari Batara Cikal, salah satu dari tujuh dewa atau batara yang diutus ke bumi. Asal usul tersebut sering pula dihubungkan dengan Nabi Adam sebagai nenek moyang pertama. Menurut kepercayaan mereka, Adam dan keturunannya, termasuk warga Kanekes mempunyai tugas bertapa atau asketik (mandita) untuk menjaga harmoni dunia.
baduy2
Pendapat mengenai asal-usul orang Kanekes berbeda dengan pendapat para ahli sejarah, yang mendasarkan pendapatnya dengan cara sintesis dari beberapa bukti sejarah berupa prasasti, catatan perjalanan pelaut Portugis dan Tiongkok, serta cerita rakyat mengenai ‘Tatar Sunda’ yang cukup minim keberadaannya. Masyarakat Kanekes dikaitkan dengan Kerajaan Sunda yang sebelum keruntuhannya pada abad ke-16 berpusat di Pakuan Pajajaran (sekitar Bogor sekarang). Sebelum berdirinya Kesultanan Banten, wilayah ujung barat pulau Jawa ini merupakan bagian penting dari Kerajaan Sunda. Banten merupakan pelabuhan dagang yang cukup besar. Sungai Ciujung dapat dilayari berbagai jenis perahu, dan ramai digunakan untuk pengangkutan hasil bumi dari wilayah pedalaman. Dengan demikian penguasa wilayah tersebut, yang disebut sebagai Pangeran Pucuk Umum menganggap bahwa kelestarian sungai perlu dipertahankan. Untuk itu diperintahkanlah sepasukan tentara kerajaan yang sangat terlatih untuk menjaga dan mengelola kawasan berhutan lebat dan berbukit di wilayah Gunung Kendeng tersebut. Keberadaan pasukan dengan tugasnya yang khusus tersebut tampaknya menjadi cikal bakal Masyarakat Baduy yang sampai sekarang masih mendiami wilayah hulu Sungai Ciujung di Gunung Kendeng tersebut (Adimihardja, 2000). Perbedaan pendapat tersebut membawa kepada dugaan bahwa pada masa yang lalu, identitas dan kesejarahan mereka sengaja ditutup, yang mungkin adalah untuk melindungi komunitas Baduy sendiri dari serangan musuh-musuh Pajajaran.
Ada versi lain dari sejarah suku baduy, dimulai ketika Kian Santang putra prabu siliwangi pulang dari arabia setelah berislam di tangan sayyidina Ali. Sang putra ingin mengislamkan sang prabu beserta para pengikutnya. Di akhir cerita, dengan ‘wangsit siliwangi’ yang diterima sang prabu, mereka berkeberatan masuk islam, dan menyebar ke penjuru sunda untuk tetap dalam keyakinannya. Dan Prabu Siliwangi dikejar hingga ke daerah lebak (baduy sekarang), dan bersembunyi hingga ditinggalkan. Lalu sang prabu di daerah baduy tersebut berganti nama dengan gelar baru Prabu Kencana Wungu, yang mungkin gelar tersebut sudah berganti lagi. Dan di baduy dalamlah prabu siliwangi bertahta dengan 40 pengikut setianya, hingga nanti akan terjadi perang saudara antara mereka dengan kita yang diwakili oleh ki saih seorang yang berupa manusia tetapi sekujur tubuh dan wajahnya tertutupi oleh bulu-bulu laiknya monyet.dan ki saih ini kehadirannya di kita adalah atas permintaan para wali kepada Allah agar memenangkan kebenaran.
Kepercayaan masyarakat Kanekes yang disebut sebagai Sunda Wiwitan berakar pada pemujaan kepada arwah nenek moyang (animisme) yang pada perkembangan selanjutnya juga dipengaruhi oleh agama Budha, Hindu, dan Islam. Inti kepercayaan tersebut ditunjukkan dengan adanya pikukuh atau ketentuan adat mutlak yang dianut dalam kehidupan sehari-hari orang Kanekes (Garna, 1993). Isi terpenting dari ‘pikukuh’ (kepatuhan) Kanekes tersebut adalah konsep “tanpa perubahan apapun”, atau perubahan sesedikit mungkin :
Lojor heunteu beunang dipotong, pèndèk heunteu beunang disambung.
(Panjang tidak bisa/tidak boleh dipotong, pendek tidak bisa/tidak boleh disambung) 
baduy4
Objek kepercayaan terpenting bagi masyarakat Kanekes adalah Arca Domas, yang lokasinya dirahasiakan dan dianggap paling sakral. Orang Kanekes mengunjungi lokasi tersebut untuk melakukan pemujaan setahun sekali pada bulan Kalima, yang pada tahun 2003 bertepatan dengan bulan Juli. Hanya puun yang merupakan ketua adat tertinggi dan beberapa anggota masyarakat terpilih saja yang mengikuti rombongan pemujaan tersebut. Di kompleks Arca Domas tersebut terdapat batu lumpang yang menyimpan air hujan.
Apabila pada saat pemujaan ditemukan batu lumpang tersebut ada dalam keadaan penuh air yang jernih, maka bagi masyarakat Kanekes itu merupakan pertanda bahwa hujan pada tahun tersebut akan banyak turun, dan panen akan berhasil baik. Sebaliknya, apabila batu lumpang kering atau berair keruh, maka merupakan pertanda kegagalan panen (Permana, 2003a).Bagi sebagian kalangan, berkaitan dengan keteguhan masyarakatnya, kepercayaan yang dianut masyarakat adat Kanekes ini mencerminkan kepercayaan keagamaan masyarakat Sunda secara umum sebelum masuknya Islam. 
baduy5
Baduy Luar
Baduy Luar merupakan orang-orang yang telah keluar dari adat dan wilayah Baduy Dalam. Ada beberapa hal yang menyebabkan dikeluarkanya warga Baduy Dalam ke Baduy Luar. Pada dasarnya, peraturan yang ada di baduy luar dan baduy dalam itu hampir sama, tetapi baduy luar lebih mengenal teknologi dibanding baduy dalam.
Penyebab
Mereka telah melanggar adat masyarakat Baduy Dalam.
Berkeinginan untuk keluar dari Baduy Dalam
Menikah dengan anggota Baduy Luar
Proses Pembangunan Rumah penduduk Baduy Luar telah menggunakan alat-alat bantu, seperti gergaji, palu, paku, dll, yang sebelumnya dilarang oleh adat Baduy Dalam.
Menggunakan pakaian adat dengan warna hitam atau biru tua (untuk laki-laki), yang menandakan bahwa mereka tidak suci. Kadang menggunakan pakaian modern seperti kaos oblong dan celana jeans.

Baduy Dalam 
Baduy Dalam adalah bagian dari keseluruhan Suku Baduy. Tidak seperti Baduy Luar, warga Baduy Dalam masih memegang teguh adat istiadat nenek moyang mereka.
Sebagian peraturan yang dianut oleh suku Baduy Dalam antara lain:
Tidak diperkenankan menggunakan kendaraan untuk sarana transportasi
Tidak diperkenankan menggunakan alas kaki
Pintu rumah harus menghadap ke utara/selatan (kecuali rumah sang Puun)
Larangan menggunakan alat elektronik (teknologi)Menggunakan Kain berwarna hitam/putih sebagai pakaian yang ditenun dan dijahit sendiri serta tidak diperbolehkan menggunakan pakaian modern.
Masyarakat Kanekes yang sampai sekarang ini ketat mengikuti adat istiadat bukan merupakan masyarakat terasing, terpencil, ataupun masyarakat yang terisolasi dari perkembangan dunia luar. Berdirinya Kesultanan Banten yang secara otomatis memasukkan Kanekes ke dalam wilayah kekuasaannya pun tidak lepas dari kesadaran mereka. Sebagai tanda kepatuhan/pengakuan kepada penguasa, masyarakat Kanekes secara rutin melaksanakan seba ke Kesultanan Banten (Garna, 1993). Sampai sekarang, upacara seba tersebut terus dilangsungkan setahun sekali, berupa menghantar hasil bumi (padi, palawija, buah-buahan) kepada Gubernur Banten (sebelumnya ke Gubernur Jawa Barat)
Pada saat ini orang luar yang mengunjungi wilayah Kanekes semakin meningkat sampai dengan ratusan orang per kali kunjungan, biasanya merupakan remaja dari sekolah, mahasiswa, dan juga para pengunjung dewasa lainnya. Mereka menerima para pengunjung tersebut, bahkan untuk menginap satu malam, dengan ketentuan bahwa pengunjung menuruti adat-istiadat yang berlaku di sana. Aturan adat tersebut antara lain tidak boleh berfoto di wilayah Baduy Dalam, tidak menggunakan sabun atau odol di sungai. Namun demikian, wilayah Kanekes tetap terlarang bagi orang asing (non-WNI). Beberapa wartawan asing yang mencoba masuk sampai sekarang selalu ditolak masuk.
Pada saat pekerjaan di ladang tidak terlalu banyak, orang Baduy juga senang berkelana ke kota besar sekitar wilayah mereka dengan syarat harus berjalan kaki. Pada umumnya mereka pergi dalam rombongan kecil yang terdiri dari 3 sampai 5 orang, berkunjung ke rumah kenalan yang pernah datang ke Baduy sambil menjual madu dan hasil kerajinan tangan. Dalam kunjungan tersebut biasanya mereka mendapatkan tambahan uang untuk mencukupi kebutuhan hidup.

Sumber :
1. www.alambudaya.com
2. www.barrykusuma.com
3. www.infoyourtourism.blogspot.com

Populer Bulan Ini